HYDRAULIC SYSTEM

DASAR HIDROLIK SISTEM
MB28
Sistem hidrolik merupakan ilmu yang mempelajari berbagai gerak dan keadaan keseimbangan zat cair yang secara teknik hidrolik berarti pengaturan gerakan dan pengendalian dari berbagai gaya. Sistem Hidrolik telah cukup lama diterapkan dalam bidang industri dan peralatannya, serta pada saat sekarang ini, sistem hidrolik sangat banyak dipakai pada mesin-mesin konstruksi (civil engineering), pertambangan (mining) ataupun untuk agro industri. Sistem hidrolik ini masih terus dipakai, selain sistem-sistem yang ada, seperti sistem elektrik, pneumatik atau sistem mekanikal. Belajar hidrolik juga harus mengenal :


  • Hydrodinamic Adalah apa yang disebut ilmu yang mempelajari pergerakan cairan
  • Hydrostatic Adalah apa yang disebut ilmu yang mempelajari cairan bertekanan
Sifat Zat Cair :
  1. Cairan mempunyai bentuk seperti bentuk yang ditempatinya. Cairan yang dimasukkan ke dalam beberapa wadah akan mempunyai bentuk seperti wadah yang ditempatinya. Berdasarkan hal ini, oli di dalam sistem hidrolik akan mengalir ke segala arah dan masuk ke saluran bagian dalam sesuai ukuran atau bentuk.
  2. Cairan dalam kenyataannya tidak dapat dikompresikan. Gas atau udara dalam wadah(container) akan dapat dimampatkan sampai kondisi tertentu (karena kerapatan massa gas). Akan tetapi Fluida atau cairan dalam wadah (container) bila kita mampatkan/ tekan, container tersebut akan pecah(cairan mencari ruang lain/ tempat terlemah).
  3. Cairan yang diberi tekanan akan dipindahkan kesegala arah dan sama tenaganya pada setiap dindingnya dan saling tegak lurus. Seperti bunyi Hukum Pascal “Tekanan yang dikerjakan pada fluida dalam bejana (ruang) tertutup akan diteruskan tanpa berkurang (sama besar) kesemua bagian dan dinding bejana secara tegak lurus (secara merata) ”. Rumus P =F : A  (P : tekanan - kg/cm², F : gaya - kg, A : luas area - cm².
  4. Cairan bisa melipat gandakan tenaga yang besar. Dua silinder yang berbeda luas penampangnya. Satu silinder mempunyai luas penampang 1 cm2 dan yang lain adalah 50 cm2. Pada silinder yang luas penampang kecil (1 cm2) diberikan beban sebesar 10 kg Dalam sistem akan timbul tekanan, sebesar 10 kg.f/cm2 yang akan bekerja / menekan keseluruh bagian dalam sistem yang juga akan menekan pada sisi silinder besar Maka untuk silinder besar adalah yang mempunyai luas penampang sebesar 10 cm2, maka total force adalah sebesar 5.000 kg. Dengan kata lain, kita mempunyai kenaikkan dalam force untuk kerja.
MB25







Tekanan = Cairan (gas atau zat cair) akan mengembang atau melawan balik ketika ditekan, inilah yang disebut pressure ( tekanan). Tekanan, terjadi karena adanya hambatan atau perlawanan pada Aliran. Tekanan atau pressure juga dapat terbentuk secara alami, karena adanya gravitasi (gaya tarik kemagnetan bumi),
yang menjadikan gaya berat dari carian atau fluida itu sendiri sebagai sumber tekanan (pressure). Tekanan di bagi menjadi 2 yaitu :
  • Tekanan Gauge Perbedaan tekanan, antara tekanan yang diukur dengan tekanan atmosphere ditempat tersebut/tekanan yang terbaca pada gauge.
  • Tekanan Absolut Adalah menyatakan besarnya tekanan yang sesungguhnya dari suatu sistem yang dipengaruhi oleh tekanan atmosphere/tekanan udara luar.
Tekanan terjadi karena adanya perlawanan atau beban atau hambatan. Bila tenaga (force) digunakan untuk mendorong fluida diruang yang tertutup, maka fluida akan mencari titik/ tempat yang terlemah – untuk dapat melepaskan dorongan yang terMB26jadi.




MB27
Kerugian Tekanan :

  1. Tekanan hilang (atau kerugian tekanan akan tinggi bila aliran dihambat).
  2. Semakin panjang orifice, maka tekanan zat cair atau fluida semakin turun. Pengertian Oriface adalah pengecilan diameter saluran aliran fluida/pengecilan luas penampang.
  3. Semakin besar aliran atau semakin besar berat jenis zat cair,akan menyebabkan semakin jauh penurunan tekanan.
  4. Semakin sempit orifice, mengakibatkan semakin jauh turunnya tekanan.
  5. Energi yang hilang akan berubah menjadi panas.
Flow/Aliran                                                                                                             Apabila terjadi perbedaan tekanan di dua titik (tempat) pada sistem hidrolik, fluida atau cairan bergerak ke tempat dengan tekanan yang lebih rendah. Pompa bekerja mendorong fluida hidrolik secara terus-menerus selama unit dirunning/hidup. Dalam mempelajari mengenai flow/aliran kita tidak lepas dari istilah velocity/kecepatan dan flow rate/jumlah aliran :                                                                                        1. Velocity adalah kecepatan pada saat fluida bergerak pada batas - batas yang ditentukan.                                                                                                                2. Flow rate adalah seberapa banyak fluida dapat bergerak (mengalir) pada
titik yang ditentukan dalam jumlah satuan waktu.
MB29
 OPEN & CLOSE CENTER SYSTEM
A. Open center system.
Sistem ini memerlukan control valve spool yang terbuka di tengah - tengah untuk
memungkinkan oli kembali ke reservoir melalui control valve spool pada saat posisi
neutral.
MB30









B. Close Center System
Pada sistem ini, pompa harus mampu berhenti untuk mensuplai oli ke sistem, pada
saat sistem tidak bekerja (netral). Karena sama halnya dengan sitem operasi ada
open-center, oli dari pompa tidak dialirkan ke aktuator, tapi terblock (tertahan) oleh
bagian tengah control valve spool .
MB31
Komponen - Komponen Hidrolik Sistem :
  • Tangki oli hidrolik berfungsi untuk menyimpan dan menyiapkan oli yang
    digunakan dalam sistem hidrolik.Tangki Hidrolik dibedakan menjadi :
    1. PRESURIZED ( Tidak berhubungan dengan udara luar )
    2. UNPRESSURIZED ( Berhubungan dengan udara luar )
  • Pompa adalah merubah tenaga mekanik menjadi tenaga hidrolik.
    − Pompa adalah salah satu komponen hidrolik yang membuat oli bergerak /
    berpindah yang akan dimanfaatkan untuk kerja.
    − Pompa tidak menghisap dan tidak membuat tekanan.
  • Control Valve berfungsi mengarahkan aliran oli sesuai yang di kehendaki oleh operator/pergerakan dari tuas pengontrol.
  • Relief Valve berfungsi membatasi tekanan yang menuju sistem hidrolik.
  • Aktuator adalah salah satu komponen dalam sistem hidrolik yang akan menghasilkan tenaga. Aktuator sendiri adalah berfungsi untuk merubah tenaga hidrolik menjadi tenaga mekanik yang dimanfaatkan secara nyata.
  • Filter Hidrolik berfungsi untuk memisahkan atau menyaring fluida (oli) dari segala kotoran dan kontaminasi, sehinga kebersihan (kwalitas) oli tetap terjamin.
  • Hidrolik oil Cooler pada unit tertentu seperti exscavator di lengkapi dengan oil cooler untuk menjaga kesetabilan suhu kerja oli hidrolik.
  • Accumulator secara umum berfungsi, Menyimpan Enerji (Tenaga), Menyerap Goncangan atau Meredam Beban Kejut, Menyiapkan atau Membangun Tekanan secara bertahap, Mejaga agar Tekanan Tetap Ada atau Konstan. Dengan memanfaatkan gas Nitrogen sebagai gas yang mempunyai gaya pegas.
"Berbagi pengalaman masalah yang paling sederhana dan dapat berakibat fatal pada sistem hidrolik adalah kontaminasi. Kontaminasi merupakan pengertian bercampurnaya partikel lain ke dalam hydraulic system baik berupa debu, air, grease dll. yang dapat mengakibatkan kerusakan serius pada system tersebut. Hal ini harus menjadi konsen bersama jika kita berbicara perawatan pada hydraulic system karena jika kotoran masuk kedalam sistem maka hal ini akan banyak menimbulkan masalah mungkin berawal dari scratch/baret lama-lama berakumulasi pada gesekan dan keausan yang berlebihan, ini akan memicu kebocoran pada sistem tersebut. Dan akan berakibat fatal terhadap performance hidrolik sistem, atachment/pergerakan aktuator menjadi loyo atau istilah tekniknya hydraulich low power. Sekian dan semangat belajar...!!!
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar